TUGAS ANALISIS
KUALITAS LINGKUNGAN
TATA CARA PENGUJIAN
SAMPEL AIR MINUM
Dosen : Zainal
Abidin, MSc
Disusun
Oleh :
Ayu
Lestari Aribowo ( 165059006 )
PROGRAM
STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS
RESPATI INDONESIA
JAKARTA
2017
PROSEDUR TETAP
PENGAMBILAN CONTOH AIR BERSIH DAN AIR LIMBAH UNTUK UJI BAKTERIOLOGI
Pengertian
Adalah
kegiatan pengambilan sample air bersih dan air limbah untuk pemeriksaan
bakteriologis.
Tujuan
Untuk
mengetahui jumlah kuman pada air bersih dan air limbah dan dibandingkan dengan
standart
Kebijakan
- Pengambilan
sample dilakukan sebulan sekali
- Batas
syarat disesuaikan dengan KepMenKes RI
Prosedur
- Siapkan
alat yang dibutuhkan : botol sampel yang sudah disteril, Bunsen, korek
api, label, spidol, kapas, sarung tangan.
- Nyalakan
api Bunsen,pasang sarung tangan, mensterilkan kran , kemudian dibuka dengan alir yang tidak
terlalu keras atau kondisi air tidak beriak yang dapat menimbulkan
gelembung udara.
- Botol
steril diflambir kemudian di isi dengan contoh air yang akan diperiksa.
- Setelah
terisi penuh botol diangkat dan isi dibuang sampai volume contoh uji air
menjadi 2/3 bagian volume botol.
- Sebelum
ditutup dengan kapas pada mulut botol diflambir lebih dulu.
- Kemudian
botol bagian luar diberi label yang berisikan : waktu pengambilan, petugas
pengambil, lokasi pengambilan sample, jinis pemeriksaan.
- Masukkan
botol dalam termos es untuk dibawa ke laboratorium.
UJI KUALITAS AIR DENGAN
METODE MPN

Alat :
1. Pipet
tetes
2. Rak tabung
3. Tabung reaksi
4. Gelas ukur
10 ml
5. Tabung
durham
6. Bunsen
7. Inkubator
8. Handsprayer
Bahan :
1. Sampel air
(air sumur, air sungai dan air galon)
2. Medium Brilliant
Green Lactase Bilebroth (BGLB)
3. Medium Laktose
Broth (LB)
4. Medium Escherichia
coli (EC)
5. Aquades
steril
6. Alkohol
70%
7. Korek api
8. Spiritus
9. Label
Prosedur Kerja
1. Pengenceran
1)
Menyiapkan 9 tabung
reaksi dan memberikan label pada masing-masing tabung dengan tanda 10-1,
10-2 dan 10-3.
2)
Mengisi tabung reaksi
masing-masing 9 ml aquadest steril yang telah di ukur dengan menggunakan gelas
ukur.
3)
Menambahkan sampel air
sumur dan air sungai masing-masing 1 ml dengan menggunakan pipet tetes ke dalam
tabung yang telah berisi aquades steril pada tabung pengenceran 10-1,
kemudian mengocok agar tercampur secara homogen. Air galon tidak dilakukan
pengenceran karena telah melalui proses sterilisasi.
4)
Menambahkan 1 ml sampel
dari pengenceran 10-1 ke dalam tabung pengenceran 10-2, kemudian
mengocok sehingga tercampur secara homogen.
5)
Menambahkan 1 ml sampel
dari pengenceran 10-2 ke dalam tabung pengenceran 10-3,
kemudian mengocok sehingga tercampur secara homogen.
6)
Perlakuan pada
poin 3-5 dilakukan sebanyak 3 kali pada tabung reaksi yang lain.
Uji Pendugaan
1.
Memfiksasi mulut tabung
media LB (Lactose Broth) pada api Bunsen kemudian menambahkan
masing-masing 5 ml/100 tetes dari tabung pengenceran 10-1 ke
dalam 3 tabung media Lactose Broth (LB), dan kembali
memfiksasi tabung reaksi dan menutup dengan kapas.
2.
Memfiksasi mulut tabung
media LB (Lactose Broth) kemudian menambahkan masing-masing 1 ml/20 tetes dari
tabung pengenceran 10-2ke dalam 3 tabung media Lactose Broth (LB),
dan kembali memfiksasi tabung reaksi dan menutup dengan kapas.
3.
Memfiksasi mulut tabung
media LB (Lactose Broth) kemudian menambahkan masing-masing 0.5 ml/10 tetes
dari tabung pengenceran 10-3ke dalam 3 tabung media Lactose
Broth (LB), dan kembali memfiksasi tabung reaksi dan menutup dengan
kapas.
4.
Menghomogenkan secara perlahan
pada seluruh tabung agar sampel menyebar rata keseluruh media.
5.
Menginkubasikan seluruh
tabung pada suhu 340C selama 24 jam.
6.
Mengamati adanya
gelembung udara di dalam tabung durham dan mencatat kode tabung yang positif
mengeluarkan gas.
Uji Penegasan
1.
Mengambil sampel air
dari tabung LB yang positif yang ditandai adanya gelembung pada tabung
durham kemudian memasukkan sebanyak 2 tetes kedalam tabung BGLB dan EC
medium untuk pemeriksaan total Coliform.
2.
Menginkubasi media BGLB
dan EC pada suhu 34oC selama 24 jam.
3.
Mencatat jumlah tabung
yang menunjukkan tes penegasan positif.
4.
Menentukan nilai
MPN Coliform berdasarkan tabel MPN.

UJI KUALITAS AIR
DENGAN METODE H2S ANTRA LAIN :
Alat :
1.
Kompor
2.
Tabung reaksi dg tutup
ulir / botol bertutup tahan panas
3.
Sterilisator (autoclave,
drying oven)
4.
Lampu spiritus
5.
Timbangan
6.
Pipet (1 ml , 10 ml )
7.
Gelas ukur, Erlenmeyer
8.
Rak tabung
9.
Botol media
10. Lain-lain (Ph lakmus, spidol, label)
11. Sodium thiosulfate
12. Kertas saring
13. Pepton (bakteriological peptone)
14. Dipotasium hydrogen phosphate
15. Ferric ammonium citrate
16. Teepol
17. Aquadest/aquabi dest
Prosedur pembuatan Media
pemeriksaan
- Pepton
: 40,0 GR ; K2HPO4 : 3,0 GR ; FAC : 1,5 GR ; NA2S2SO4 :
1,0 GR ; dan aquabidest 1.000 ml.
- Tambahkan
Teepol 2,0 ml
- Dipanaskan
sambil diaduk perlahan lahan sampai larutan homogen/merata, kemudian
diamkan sampai dingin.
- Masukan
kertas saring berlipat (8 x 8 cm) kedlm tabung/botol media, kemudian pipet
larutan media 1 ml untuk sampel 20 ml, & 2,5 ml untuk sampel 100 ml.
- Tabung-tabung
tersebut disteril pada suhu 121 oc selama 15’ kemudian
dikeringkan (oven 60 oc selama 30’).
- Dinginkan,
simpan media pada suhu 4 – 8 oc.
Prosedur pemeriksaan dan
pembacaan hasil
- Ambil
1 tabung media.
- Masukan
sampel air 20 cc atau sampai tanda batas kedalam tabung/botol media (lewat
mulut tabung diatas nyala api ,agar tetap steril).
- Simpan
di rak tabung pada suhu ruangan selama 1 – 3 hari.
Jika tahapan diatas sudah dilakukan, maka pembacaan hasil untuk
memastikan keberadaan bakteri coliform dalam air bersih pada sampel pemeriksaan
dapat dilakukan dengan dua cara, kualitatif dan semi kualitatif.
Dengan cara kualitatif, hasil negatif jika tidak terjadi perubahan
warna, hasil positif (+), jika terjadi perubahan warna pada media menjadi hitam
/ ke-hitaman. Sedangkan dengan cara Semi kualitatif, dpat dijelaskan sebagai
berikut :
Botol
100 ml :
- Warna
hitam dalam waktu 1 – 3 hari berarti mengandung 1 bakteri/100 ml.
- Warna
hitam pekat dalamwaktu < 24 jam berarti mengandung > banyak
bakteri/100 ml.
Tabung
20 ml :
- Warna
hitam dalam waktu 1 – 3 hari berarti mengandung > 5 bakteri/100 ml.
- Warna
hitam pekat dalam waktu < 24 jam berarti mengandung > 50 bakteri/100
ml.
Uji
Kualitatif Coliform
Uji
kualitatif coliform secara lengkap terdiri dari 3 tahap yaitu uji penduga (presumptive test), uji penguat (confirmed test) dan uji
pelengkap (completed test). Uji penduga juga merupakan uji
kuantitatif coliform menggunakan metode MPN (Anonim dalam putu, 2004).
1.
Uji
Penduga (presumptive test)
Merupakan tes pendahuluan
tentang ada tidaknya kehadiran bakteri coliform berdasarkan terbentuknya asam dan gas disebabkan karena
fermentasi laktosa oleh bakteri golongan koli. Terbentuknya asam dilihat dari
kekeruhan pada media laktosa dan gas yang dihasilkan dapat dilihat dalam tabung
Durham berupa gelembung udara. Tabung dinyatakan positif jika terbentuk gas
sebanyak 10% atau lebih dari volume di dalam tabung durham. Banyaknya kandungan
bakteri Escherichia coli dapatdilihat dengan menghitung tabung yang menunjukkan
reaksi positif terbentuk asam dan gas dan dibandingkan dengan tabel MPN. Metode
MPN dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk
cair. Bila inkubasi 1 x 24 jam hasilnya negatif, maka dilanjutkan dengan
inkubasi 2 x 24 jam pada suhu 350C. Jika dalam waktu 2 x 24 jam tidak terbentuk
gas dalam tabung durham, dihitung sebagai hasil negatif. Jumlah tabung yang
positif dihitung pada masing-masing seri. MPN penduga dapat dihitung dengan
melihat tabel MPN.
2.
Uji
Penguat (confirmed test)
Hasil uji dugaan
dilanjutkan dengan uji ketetapan. Dari tabung yang positif terbentuk asam dan
gas terutama pada masa inkubasi 1 x 24 jam, suspensi ditanamkan pada media Eosin Methylen Biru Agar ( EMBA ) secara
aseptik dengan menggunakan jarum inokulasi. Koloni bakteri Escherichia coli tumbuh berwarna
merah kehijauan dengan kilat metalik atau koloni berwarna merah muda dengan
lendir untuk kelompok coliform lainnya.
3.
Uji
Pelengkap (completed test)
Pengujian selanjutnya
dilanjutkan dengan uji kelengkapan untuk menentukan bakteri Escherichia coli. Dari koloni yang berwarna pada uji ketetapan
diinokulasikan ke dalam medium kaldu laktosa dan medium agar miring Nutrient Agar ( NA ), dengan
pada suhu 37o C selama 1 x 24 jam. Bila hasilnya positif terbentuk asam
dan gas pada kaldu laktosa, maka sampel positif mengandung bakteri Escherichia coli. Dari media agar miring NA dibuat pewarnaan Gram dimana
bakter Escherichia coli menunjukkan Gram negatif berbentuk batang pendek. Untuk
membedakan bakteri golongan coli dari bakteri golongan coli fekal (berasal dari
tinja hewan berdarah panas), pekerjaan dibuat duplo, dimana satu seri
diinkubasi pada suhu 37o C (untuk
golongan coli) dan satu seri diinkubasi pada suhu 42o C (untuk golongan coli fekal). Bakteri golongan coli
tidak dapat tumbuh dengan baik pada suhu 42o C, sedangkan
golongan coli fekal dapat tumbuh dengan baik pada suhu 420C.
Standar
Nasional Indonesia (SNI) mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air
minum. Akan tetapi United States Enviromental Protection Agency (USEPA) lebih
longgar persyaratan uji coliform-nya mengingat
coliform belum tentu menunjukkan adanya kontaminasi feses manusia, apalagi
adanya patogen. USEPA mensyaratkan presence/absence test untuk coliform
pada air minum, dimana dari 40 sampel air minum yang diambil paling banyak 5%
boleh mengandung coliform. Apabila sampel
yang diambil lebih kecil dari 40, maka hanya satu sampel yang boleh positif
mengandung coliform. Meskipun
demikian, USEPA mensyaratkan pengujian indikator sanitasi lain seperti protozoa Giardia lamblia dan bakteri Legionella.
Pada air bukan untuk minum
umumnya terdapat perbedaan persyaratan coliform dan Escherichia coli. Air untuk kolam renang (primary contact water)
misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2 103="" span="" syarat="" tetapi="" x=""> Escherichia coli tentunya lebih
ketat, yaitu < 1 x 103 dalam 100 ml. 2>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar