Senin, 27 Februari 2017

TUGAS ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN

TATA CARA PENGUJIAN SAMPEL AIR MINUM

Dosen : Zainal Abidin, MSc




 

Disusun Oleh :

Ayu Lestari Aribowo ( 165059006 )




PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
JAKARTA
2017

PROSEDUR TETAP PENGAMBILAN CONTOH AIR BERSIH DAN AIR LIMBAH UNTUK UJI BAKTERIOLOGI

Pengertian
Adalah kegiatan pengambilan sample air bersih dan air limbah untuk pemeriksaan bakteriologis.

Tujuan
Untuk mengetahui jumlah kuman pada air bersih dan air limbah dan dibandingkan dengan standart

Kebijakan
  1. Pengambilan sample dilakukan sebulan sekali
  2. Batas syarat disesuaikan dengan KepMenKes RI
Prosedur
  1. Siapkan alat yang dibutuhkan : botol sampel yang sudah disteril, Bunsen, korek api, label, spidol, kapas, sarung tangan.
  2. Nyalakan api Bunsen,pasang sarung tangan, mensterilkan kran ,  kemudian dibuka dengan alir yang tidak terlalu keras atau kondisi air tidak beriak yang dapat menimbulkan gelembung udara.
  3. Botol steril diflambir kemudian di isi dengan contoh air yang akan diperiksa.
  4. Setelah terisi penuh botol diangkat dan isi dibuang sampai volume contoh uji air menjadi 2/3 bagian volume botol.
  5. Sebelum ditutup dengan kapas pada mulut botol diflambir lebih dulu.
  6. Kemudian botol bagian luar diberi label yang berisikan : waktu pengambilan, petugas pengambil, lokasi pengambilan sample, jinis pemeriksaan.
  7. Masukkan botol dalam termos es untuk dibawa ke laboratorium.


UJI KUALITAS AIR DENGAN METODE MPN

Description: Koloni e coli

  Alat :
1.      Pipet tetes
2.      Rak tabung
3.      Tabung reaksi
4.      Gelas ukur 10 ml
5.      Tabung durham
6.      Bunsen
7.      Inkubator
8.      Handsprayer

Bahan :
1.      Sampel air (air sumur, air sungai dan air galon)
2.      Medium Brilliant Green Lactase Bilebroth (BGLB)
3.      Medium Laktose Broth (LB)
4.      Medium Escherichia coli (EC)
5.      Aquades steril
6.      Alkohol 70%
7.      Korek api
8.      Spiritus
9.      Label

 Prosedur Kerja
1.      Pengenceran
1)      Menyiapkan 9 tabung reaksi dan memberikan label pada masing-masing tabung dengan tanda 10-1, 10-2 dan 10-3.
2)      Mengisi tabung reaksi masing-masing 9 ml aquadest steril yang telah di ukur dengan menggunakan gelas ukur.
3)      Menambahkan sampel air sumur dan air sungai masing-masing 1 ml dengan menggunakan pipet tetes ke dalam tabung yang telah berisi aquades steril pada tabung pengenceran 10-1, kemudian mengocok agar tercampur secara homogen. Air galon tidak dilakukan pengenceran karena telah melalui proses sterilisasi.
4)      Menambahkan 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 ke dalam tabung pengenceran 10-2, kemudian mengocok sehingga tercampur secara homogen.
5)      Menambahkan 1 ml sampel dari pengenceran 10-2 ke dalam tabung pengenceran 10-3, kemudian mengocok sehingga tercampur secara homogen.
6)       Perlakuan pada poin 3-5 dilakukan sebanyak 3 kali pada tabung reaksi yang lain.


Uji Pendugaan
1.      Memfiksasi mulut tabung media LB (Lactose Broth) pada api Bunsen kemudian menambahkan masing-masing 5 ml/100 tetes dari tabung pengenceran 10-1 ke dalam 3 tabung media Lactose Broth (LB), dan kembali memfiksasi tabung reaksi dan menutup dengan kapas.
2.      Memfiksasi mulut tabung media LB (Lactose Broth) kemudian menambahkan masing-masing 1 ml/20 tetes dari tabung pengenceran 10-2ke dalam 3 tabung media Lactose Broth (LB), dan kembali memfiksasi tabung reaksi dan menutup dengan kapas.
3.      Memfiksasi mulut tabung media LB (Lactose Broth) kemudian menambahkan masing-masing 0.5 ml/10 tetes dari tabung pengenceran 10-3ke dalam 3 tabung media Lactose Broth (LB), dan kembali memfiksasi tabung reaksi dan menutup dengan kapas.
4.      Menghomogenkan secara perlahan pada seluruh tabung agar sampel menyebar rata keseluruh media.
5.      Menginkubasikan seluruh tabung pada suhu 340C selama 24 jam.
6.      Mengamati adanya gelembung udara di dalam tabung durham dan mencatat kode tabung yang positif mengeluarkan gas.

Uji Penegasan
1.      Mengambil sampel air dari tabung LB yang positif yang ditandai adanya gelembung pada tabung durham kemudian memasukkan sebanyak 2 tetes kedalam tabung BGLB dan EC medium untuk pemeriksaan total Coliform.
2.      Menginkubasi media BGLB dan EC pada suhu 34oC selama 24 jam.
3.      Mencatat jumlah tabung yang menunjukkan tes penegasan positif.
4.      Menentukan nilai MPN Coliform berdasarkan tabel MPN.

Description: Hasil gambar untuk tabel mpn


UJI KUALITAS AIR DENGAN METODE H2S ANTRA LAIN :

Alat :
1.      Kompor
2.      Tabung reaksi dg tutup ulir / botol bertutup tahan panas
3.      Sterilisator (autoclave, drying oven)
4.      Lampu spiritus
5.      Timbangan
6.      Pipet (1 ml , 10 ml )
7.      Gelas ukur, Erlenmeyer
8.      Rak tabung
9.      Botol media
10.  Lain-lain (Ph lakmus, spidol, label)
11.  Sodium thiosulfate
12.  Kertas saring
13.  Pepton (bakteriological peptone)
14.  Dipotasium hydrogen phosphate
15.  Ferric ammonium citrate
16.  Teepol
17.  Aquadest/aquabi dest


Prosedur pembuatan Media pemeriksaan
  1. Pepton : 40,0 GR ; K2HPO4 : 3,0 GR ; FAC : 1,5 GR ; NA2S2SO: 1,0 GR ; dan aquabidest 1.000 ml.
  2. Tambahkan Teepol 2,0 ml
  3. Dipanaskan sambil diaduk perlahan lahan sampai larutan homogen/merata, kemudian diamkan sampai dingin.
  4. Masukan kertas saring berlipat (8 x 8 cm) kedlm tabung/botol media, kemudian pipet larutan media 1 ml untuk sampel 20 ml, & 2,5 ml untuk sampel 100 ml.
  5. Tabung-tabung tersebut disteril pada suhu 121 oc selama 15’ kemudian dikeringkan (oven 60 oc selama 30’).
  6. Dinginkan, simpan media pada suhu 4 – 8 oc.


Prosedur pemeriksaan dan pembacaan hasil
  • Ambil 1 tabung media.
  • Masukan sampel air 20 cc atau sampai tanda batas kedalam tabung/botol media (lewat mulut tabung diatas nyala api ,agar tetap steril).
  • Simpan di rak tabung pada suhu ruangan selama 1 – 3 hari.
Jika tahapan diatas sudah dilakukan, maka pembacaan hasil untuk memastikan keberadaan bakteri coliform dalam air bersih pada sampel pemeriksaan dapat dilakukan dengan dua cara, kualitatif dan semi kualitatif.

Dengan cara kualitatif, hasil negatif jika tidak terjadi perubahan warna, hasil positif (+), jika terjadi perubahan warna pada media menjadi hitam / ke-hitaman. Sedangkan dengan cara Semi kualitatif, dpat dijelaskan sebagai berikut :

Botol 100 ml :
  • Warna hitam dalam waktu 1 – 3 hari berarti mengandung 1 bakteri/100 ml.
  • Warna hitam pekat dalamwaktu < 24 jam berarti mengandung > banyak bakteri/100 ml.
Tabung 20 ml :
  • Warna hitam dalam waktu 1 – 3 hari berarti mengandung > 5 bakteri/100 ml.
  • Warna hitam pekat dalam waktu < 24 jam berarti mengandung > 50 bakteri/100 ml.


Uji Kualitatif Coliform

Uji kualitatif coliform secara lengkap terdiri dari 3 tahap yaitu uji penduga (presumptive test), uji penguat (confirmed test) dan uji pelengkap (completed test). Uji penduga juga merupakan uji kuantitatif coliform menggunakan metode MPN (Anonim dalam putu, 2004).

1.      Uji Penduga (presumptive test)
Merupakan tes pendahuluan tentang ada tidaknya kehadiran bakteri coliform berdasarkan terbentuknya asam dan gas disebabkan karena fermentasi laktosa oleh bakteri golongan koli. Terbentuknya asam dilihat dari kekeruhan pada media laktosa dan gas yang dihasilkan dapat dilihat dalam tabung Durham berupa gelembung udara. Tabung dinyatakan positif jika terbentuk gas sebanyak 10% atau lebih dari volume di dalam tabung durham. Banyaknya kandungan bakteri Escherichia coli dapatdilihat dengan menghitung tabung yang menunjukkan reaksi positif terbentuk asam dan gas dan dibandingkan dengan tabel MPN. Metode MPN dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair. Bila inkubasi 1 x 24 jam hasilnya negatif, maka dilanjutkan dengan inkubasi 2 x 24 jam pada suhu 350C. Jika dalam waktu 2 x 24 jam tidak terbentuk gas dalam tabung durham, dihitung sebagai hasil negatif. Jumlah tabung yang positif dihitung pada masing-masing seri. MPN penduga dapat dihitung dengan melihat tabel MPN.

2.      Uji Penguat (confirmed test)
Hasil uji dugaan dilanjutkan dengan uji ketetapan. Dari tabung yang positif terbentuk asam dan gas terutama pada masa inkubasi 1 x 24 jam, suspensi ditanamkan pada media Eosin Methylen Biru Agar ( EMBA ) secara aseptik dengan menggunakan jarum inokulasi. Koloni bakteri Escherichia coli tumbuh berwarna merah kehijauan dengan kilat metalik atau koloni berwarna merah muda dengan lendir untuk kelompok coliform lainnya.

3.      Uji Pelengkap (completed test)
Pengujian selanjutnya dilanjutkan dengan uji kelengkapan untuk menentukan bakteri Escherichia coli. Dari koloni yang berwarna pada uji ketetapan diinokulasikan ke dalam medium kaldu laktosa dan medium agar miring Nutrient Agar ( NA ), dengan pada suhu 37o C selama 1 x 24 jam. Bila hasilnya positif terbentuk asam dan gas pada kaldu laktosa, maka sampel positif mengandung bakteri Escherichia coli. Dari media agar miring NA dibuat pewarnaan Gram dimana bakter Escherichia coli menunjukkan Gram negatif berbentuk batang pendek. Untuk membedakan bakteri golongan coli dari bakteri golongan coli fekal (berasal dari tinja hewan berdarah panas), pekerjaan dibuat duplo, dimana satu seri diinkubasi pada suhu 37o C (untuk golongan coli) dan satu seri diinkubasi pada suhu 42o C (untuk golongan coli fekal). Bakteri golongan coli tidak dapat tumbuh dengan baik pada suhu 42o C, sedangkan golongan coli fekal dapat tumbuh dengan baik pada suhu 420C.

Standar Nasional Indonesia (SNI) mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. Akan tetapi United States Enviromental Protection Agency (USEPA) lebih longgar persyaratan uji coliform-nya mengingat coliform belum tentu menunjukkan adanya kontaminasi feses manusia, apalagi adanya patogen. USEPA mensyaratkan presence/absence test untuk coliform pada air minum, dimana dari 40 sampel air minum yang diambil paling banyak 5% boleh mengandung coliform. Apabila sampel yang diambil lebih kecil dari 40, maka hanya satu sampel yang boleh positif mengandung coliform. Meskipun demikian, USEPA mensyaratkan pengujian indikator sanitasi lain seperti protozoa Giardia lamblia dan bakteri Legionella.
Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat perbedaan persyaratan coliform dan Escherichia coli. Air untuk kolam renang (primary contact water) misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2 103="" span="" syarat="" tetapi="" x=""> Escherichia coli tentunya lebih ketat, yaitu < 1 x 103 dalam 100 ml.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar