TUGAS KEWIRAUSAHAAN
ANALISIS
USAHA PEMBUATAN SUSU MURNI KESEHATAN
Dosen
: Sri Siswani, SE, M.Kes

Kelompok
4 :
1.
Ayu
Lestari Aribowo (165059006)
2.
Kingkin
Rinahati Supaminto (165059043)
Tajudin
Universitas
Respati Indonesia
Jl.
Bambu Apus I No.3 Cipayung Jakarta Timur 13890 Telp. 021-845 7627 –
Faks
021-8459 2049 Email : urindo@indo.id – Web : www.urindo.ac.id
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah SWT Tuhan pencipta
alam semesta beserta makhluk ciptaan-Nya, shalawat serta salam semoga tetap
tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Yang telah membawa
seluruh umat islam dari zaman yang penuh kesesatan menuju zaman yang terang
benderang seperti sekarang ini. Dan berkat rahmatnya lah kita bisa
menyelesaikan makalah kita yang berjudul “SUMUR” atau Susu Murni.
Pembuatan makalah ini tidak
mungkin selesai tanpa kerja sama dari teman teman kelompok kami. Maka dari itu
kami ucapkan terimakasih untuk teman-teman kelompok yang
telah membantu menyelesaikan makalah ini dengan sebaik
mungkin. Semoga makalah yang kita buat ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan
juga bisa menjadi sumber ilmu dan wawasan bagi kita semua. Aamiin.
Jakarta,
27 Januari 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Usaha peternakan merupakan salah
satu sub-sektor ekonomi yang sejak awal Pelita I, tahun 1969 telah banyak memberikan
sumbangan secara signifikan bagi pembangunan nasional. Peternakan sapi perah
yang menghasilkan susu segar saat ini sedang mendapat perhatian dari
pemerintah. Kebijaksanaan pemerintah diarahkan untuk membangun dan membina
usaha peternakan agar mampu meningkatkan produksi dengan mutu yang baik dan
harga dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta dapat memperbaiki
kesejahteraan peternak.
Nilai gizinya yang tinggi
menyebabkan susu menjadi medium yang sangat di sukai mikroorganisme untuk pertumbuhan
dan perkembangannya sehingga dalam waktu singkat susu menjadi tidak layak
dikonsumsi bila tidak ditangani secara benar. Susu merupakan salah satu bahan
pangan yang sangat penting dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga
perlu mendapat perhatian besar mengingat banyaknya kasus gizi buruk dikalangn
masyarakat. Untuk pemulihan kondisi status gizi tersebut, saat ini mulai
dikembangkan program gerakan minum susu bagi masyarakat di berbagai daerah di
Indonesia.
Susu sangat mudah rusak bila
tidak ditangani dengan tepat. Untuk mencegah kerusakan pada susu, susu dapat
diolah menjadi produk olahan. Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh
susu yang beraneka ragam,berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan
simpan, mempermudah pemasaran, transportasi dan sekaligus meningkatkan nilai
tukar dan daya guna bahan mentahnya. Mikroorganisme yang berkembang di dalam
susu selain menyebabkan daya simpan susu menjadi singkat, harga jual murah yang
pada akhirnya juga akan mempengaruhi pendapatan peternak sebagai produsen susu.
Kerusakan pada susu disebabkan oleh terbentuknya
asam laktat sebagai hasil fermentasi laktosa oleh bakteri koli yang dapat
menyebabkan aroma susu menjadi berubah dan tidak disukai oleh konsumen. Untuk
meminimalkan kontaminasi oleh mikroorganisme dan menghambat bakteri pada susu
agar dapat disimpan di tempat yang bersih dan steril.
Membuka usaha adalah impian
setiap orang yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu dengan
membuka usaha bukan hanya menguntungkan diri kita sendiri tapi juga bisa
menguntungkan orang lain dengan member peluang usaha. Jangan ragu untuk memulai
usaha ibarat berenang kalau tidak dilakukan atau dicoba itu tidak akan bisa dan
jangan nunggu nanti.
Dari penjelasan ini kita
memustuskan membuka usaha “SUMUR SEHAT” atau Susu Murni Sehat aneka rasa. Yaitu
dengan bahan utamanya yaitu susu murni langsung dari perternakan yang tanpa
bahan pengawet dan juga sehat untuk kesehatan dengan berbagai varian rasa yang
dapat dinikmati oleh semua kalangan. Susu merupakan salah satu bahan makanan
sumber hewani yang sangat penting bagi manusia dengan kandungan gizi tinggi dan
lengkap. Susu segar yang dihasilkan dari sapi perah memiliki kandungan protein,
lemak, vitamin, dan mineral dalam perbandingan seimbang, sehingga susu disebut
sebagai makanan yang sempurna. Produk susu murni sangat berkaitan dengan
peternakan sapi perah dan kegiatan proses produksinya.
2.
Rumusan Masalah
Susu merupakan salah satu bahan
pangan yang sangat penting dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga
perlu mendapat perhatian besar mengingat banyaknya kasus gizi buruk dikalangn
masyarakat. Untuk pemulihan kondisi status gizi tersebut, saat ini mulai
dikembangkan program gerakan minum susu bagi masyarakat di berbagai daerah di
Indonesia.
3.
Tujuan
a. Umum
Sebagai tugas kelompok mata kuliah Kewirausahaan
agar dapat membuat suatu Analisis Usaha di bidang Kesehatan.
b. Khusus
·
Mampu membuat Analisis
Usaha di bidang Kesehatan.
·
Mampu membuat Program
Kerja terkait Analisis Usaha di bidang Kesehatan.
·
Mampu membuat Strategi
Marketing terkait Analisis Usaha di bidang Kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Susu
Susu adalah cairan bergizi
berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah
sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu
binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai macam produk seperti
yogurt,es krim, keju,mentega, susu kental manis, susu bubuk dan lain- lainnya
untuk di konsumsi manusia.
Dewasa ini, susu memiliki banyak
fungsi dan manfaat. Untuk anak dalam masa umur produktif, susu membantu
pertumbungan mereka. sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu
menopang tulang agar tidak keropos. Susu mengandung banyak vitamin dan protein.
Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang
dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuannya yaitu agar orang tertarik untuk
membeli dan meminum susu.
2. Sejarah
Susu
Pada zaman dahulu, susu telah
dipakai sebagai bahan pokok pangan manusia. Manusia mengambil susu dari hewan
yang menghasilkan susu, seperti sapi, kuda, dan domba. Sapi dan domba mulai
dijinakkan sejak 800 SM dan diambil daging, bulu, dan susunya. Di Timur Tengah,
susu bahkan difermentasi menjadi keju oleh para pengembara gurun disan.
Diperkirakan susu mulai masuk kedaratan Eropa pada abad 5000 SM melewati daerah
Anatolia. Sementara itu, susu mulai masuk ke Inggris pada periode Neolitik.
Pengguna keju dan susu dari Timur
Tengah lewat Turki mulai dikenal oleh bangsa Eropa pada zaman Pertengahan.
Kemudian, pada abad ke- 15, para pelaut mulai membawa sapi perah untuk
dipelihara dan diternakkan didaratan Eropa untuk konsumsi susu. Susu sapi
sendiri baru dikenal oleh bangsa Indonesia lewat penjajahan Belanda pad abad Ke
18.
3. Sumber
Susu
Susu tidak hanya dadri sapi tetapi juga dari
beberapa hewan mamalia lainnya, diantanya :
- Domba.
- Kambing.
- Kuda.
- Keledai.
- Unta.
Termasuk unta di amerika selatan seperti ilama di
Rusia dan daerah Laplandia, sejenis peternakan rusa perah dibuat untuk logistik
susu dibeberapa daerah di lingkar kutub utara. Susu kuda dan keledai mengandung
lemak sekitar 50% lebih rendah dari pada susu sapi. Sementara itu, susu paus
mengandung kandungan lemak terbesar, yaitu 50% dari kadar susu tersebut. Namun,
susu paus tidak dikonsumsi oleh manusia.
4. Syarat
Susu yang Baik
Saat masih berada di dalam
kelenjar susu, susu masih steril. Namun, apabila sudah terkena udara, susu
sudah tidak bisa dijamin kesterilannya. Adapun syarat susu yang baik meliputi
banyak faktor, seperti warna, rasa, bau, berat jenis, kekentalan, titik beku,
titik didih, dan tingkat keasaman.
Warna susu bergantung pada
beberapa faktor seperti jenis ternak dan pakannya. Warna susu normal biasanya
berkisar dari putih kebiruan hingga jinggakunning keemasan. Warna putihnya
merupakan hasil dispersi cahaya dari butiran- butiran lemak, protein, dan
mineral yang ada di dalam susu. Lemak dan beta karoten yang larut menciptakan
warna kuning. Apabila kandungan lemak dalam susu diambil, warna biru akan
muncul.
Susu terasa sedikit manis dan
asin (gurih) yang disebabkan adanya kandungan gula laktosa dan garam mineral di
dalam susu. Rasa susu sendiri mudah sekali berubah bila terkena benda- benda
tertentu, misalnya makanan ternak penghasil susu, kerja enzim dalam tubuh
ternak, bahkan juga wadah tempat menampung susu hasil perahan. Bau susu umumnya
sedap, tapi juga sangat mudah berubah bila terkena faktor- faktor diatas.
Berat jenis susu adalah
1,028kg/L. Penetapan berat jenis susu harus dilakukan 3 jam setelah susu
diperah, sebab berat jenis ini dapat berubah, dipengaruhi oleh perubahan
kondisi lemak susu, ataupun karena gas yang ada di dalam susu. Vikositas susu
biasanya berkisar antara 1,5 sampai 2 cP, yang dipengaruhi oleh bahan padat
susu, lemak, serta temperatur susu.
Titik beku susu di Indonesia
adalah -0,520 oC, sedangkan titik didihnya adalah 100,16 oC.
Titik didih dan titik bekku ini akan mengalami perubahan apabila dilakukan
pemalsuan susu dengan penambahan air yang terlalu banyak karena titik didih dan
titik beku air yang berbeda.
Susu segar mempunyai sifat amfoter, yaitu dapat
berada di antara sidfat asam dan sifat basa. Secara alami, Ph susu segar
berkisar 6,5- 6,7. Bila pH susu lebih rendah dari 6,5, berarti terdapat
kolostrum atau aktifitas bakteri.
5. Jenis
Produk Susu
Berdasarkan kandungan lemak yang
terdapat di dalamnya, produk susu dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu
susu murni (whole milk), susu kurang lemak (reduced fat milk),
susu rendah lemak ( low fat milk), dan susu bebas lemak (free-
fat milk) atau susu skim (skim milk).
Susu murni harus mengandung sekurang- kurangnya
3,25% lemak susu dan 8,25% padatan susu bukan lemak (protein,
karbohidrat, vitamin, larut air, dan mineral). Kandungan vitamin A dan D dalam
susu bersifat fakultatif.
Susu kurang lemak banyak dipilih
oleh konsumenyang ingin mengurangi konsumsi lemak di dalam susu. Sesuai dengan
namanya, kadar lemak pada susu telah dikurangi sehingga tersisi 1%. Pada susu
skim, kadar lemaknya dikurangi hingga hampir tidak ada sama sekali (0,1%),
tetapi residu dari lemak susunya boleh tersisa hingga maksimum 0,5%. Karena
vitamin A dan D yang larut dalam lemak ikut hilanhpada proses penghilangan
lemak. Pada susu kurang lemak, susu rendah lemak, dan susu skim umunya
ditambahkan kedua vitamin tersebut.
Susu murni yang dipanaskan selama
beberapa waktu akan berubah menjadi evaporated milk. Susu ini
terbentuk melalui pemanasan susu dengan menggunakan pompa vakum untuk
menghilangkan kira- kira 60% kadar airnya. Selain menghilangkan air, dalam
pmbuatan evaporated milk juga dilakukan penambahan vitamin D
srta standarisasi nutrisi. Selanjutnya, susu dipanaskan pada suhu 115,5-
118,5 oC selama 15 menit untuk sterilisasi . hasilnya, evaporated
milk akan berstruktur lebih pekat dibandingkan susu murni dan
mengandung kira- kira 25% paatan susu bukan lemak.
6. Proses
Pengolahan Susu
Susu sapi merupakan bahan makan
yang mudah rusak sehingga perlu mendapatkan perawatan secara khusus. Berikut
ini, adalah proses pengolahan susu sapi :
- Setelah mendapatkan susu
hasil perahan, segera bawa susu hasil perahan tersebut ke kamar susu,
kemudian disaring. Penyaringan harus dilakukan segera untuk mencegah kuman
kuman yang terdapat dalam air susu berkembang biak lebih lanjut.
- Setelah disaring, baru
lakukan penakaran apabila ingin mengetahui jumlah produksi.
- Kemudian, susu hasil perahan
dari beberapa ekor sapi tersebut dicampur perlahan- lahan sampai menjadi
campuran air susu yang homogen.
- Selanjutnya, air susu
dialirkan kealat pendingin. Untuk pendinginan, diperlukan suhu 10-
15 oC selama 2- 3 jam. Pendinginan air susu bertujuan
untuk menghambat pertumbuhan bakteri sehingga air susu sapi bertahan lama.
Disamping itu, bisa juga melakukna pasteurisasi terlebih dahulu sebelum
dialirkan kealat pendingin agar organisme atau bakteri yang merugikan bisa
mati.
- Secara sederhana,
pendinginan bisa dilakukan dengan menempatkan botol- botol air susu atau
susu yang sudah dibungkus dalam kantong plastik, kemudian dimasukkan
kedalam bak yang berisi es. Sementara itu, pasteurisasi sederhana dapat
dilakukan dengan cara merebus air susu d atas kompor pada temperatur
74 oC selama 6 menit.
- Setelah proses pendinginan
atau pasteurisasi selesai, susu boleh dimasukkan kedalam botol-
botol untuk dikirim kekonsumen.
- Susu sapi yang tidak
melewati tahap pendinginan atau pasteurisasi sebelum dimasukkan kedalam
botol akan memiliki kualitas yang rendah serta mudah rusak.
7. Faktor-
Faktor Penyebab Kerusakan pada Susu
Susu merupakan bahan pangan yang
berasal dari hewan yang tidak tahan lama disimpan dan mudah rusak (pershable
food) serta merupakan bahan pangan berpotensial mengandung bahaya (potentially
hazardous foood). Menurut Winarno FG (2004), kerusakan bahan pangan seprti
susu dapat berlangsung dengan cepat. Kerusakan pada susu dapat disebabkan oleh
faktor- faktor sebagai berikut.
a.
Pertumbuhan dan Aktifitas Mikroba
Pertumbuhan
dan aktifitas mikroba yang paling utama adalah bakteri, ragi, dan kapang.
Bebrapa mikroba tersebut dapat membentuk lendir, gas, busa, warna yang
menyimpang, asam, dan racun.
b.
Aktifitas Enzim- enzim di dalam Susu
Susu yang terdapat pada susu dapat
berasal dari mikroba atau sudah ada pada bahan pangan ternak secara normal.
Adanya enzim memungkinkan terjadinya reaksi- reaksi kimia lebih cepat
bergantung pada jenis enzim yang ada. Selain itu, enzim juga dapat
mengakibatkan bermacam- macam perubahan pada komposisi susu.
c.
Suhu
Termasuk
juga pemanasan dan pendinginan. Pemanasan dengan suhu yang terlalu tinggi dapat
menyebabkan kerusakan protein (denaturasi), emulsi lemak, dan vitamin.
Sedangkan pembekuan dapat menyebabkan pecahnya emulsi dan lemaknya akan
terpisah. Pembekuan juga dapat menyebabkan kerusakan protein susu dan
menyebabkan penggumpalan.
d.
Kadar Air
Kadar air
sangat berpengaruh pada daya simpan susu karena membantu pertumbuhan mikroba.
e.
Udara terutama Oksigen
Oksigen
dapat merusak vitamin, warna susu, cita rasa, serta merupakan pemicu
pertumbuhan mikroba aerobik. Susu yang mengandung lemak dapat menyebabkan
ketengikan karena lipoksidase.
f.
Sinar Matahari
Susu yang
terkena sinar matahari secara langsung dapat berubah cita rasanya serta terjadi
oksidasi lemak dan perubahan protein.
g.
Jangka Waktu Penyimpanan
Umumnya,
waktu penyimpanan susu yang lama akan menyebankan kerusakan yang lebih besar.
h.
Mikroorganisme sebagai Indikator Cemaran dalam
Susu.
Mikroorganisme
menggunakan susu sebagai bahan yang sangat ideal untuk pertumbuhannya.
Mikroorganisme dalam bahan pangan adalah mikroorganisme yang umum ditemukan
dalam saluran pencernaan manusia dan hewan seperti bakteri koloform. Adanya
indikator mikroorganisme didalam suatu makanan menunjukkan telah terjadi
kontaminasi kotoran dan sanitasi yang tidak baik terhadap air, makanan, susu,
dan produk susu.
8. Manfaat
Susu dalam Kehidupan Sehari- hari
- Nutrisi Hewan Mamalia
Sebagian
besar hewan mamilia, termasuk manusia, menyusui anaknya dengan cara langsung
melalui ambing susu induknya. Beberapa kebudayaan meneruskan kebiasaan memberi
air susunya hingga mencapai umur 7 tahun.
- Gizi untuk Manusia
Dibeberapa
bangsa, terutama bangsa eropa minum susu telah menjadi kebiasaan yang lumrah
dilakukan setiap sarapan. Susu diproduksi dengan cara mendirikan peternakan
sapi perah. Pada zaman ini, susu tidak hanya diminum, melainkan diubah bentuk
menjadi margarin, yogurt, bahkan es krim. Susu pun terus dikembangkan seiring
dengan kemajuan zaman. Di Eropa, industri susu sangat maju dalam hal teknologi
dan kualitas susu itu sendiri. Susu- susu yang diproduksi di Eropa, rata- rata
mengandung kandungan gizi yang tinggi. Ini sangat baik bagi kesehatan dan
pertumbuhan kita. Hal ini yang menyebabkan tinggi rata- rata orang Eropa jauh
dari tinggi rata- rata orang Asia.
Karena memiliki kandungan nutrisi tersebut, maka
susu memiliki manfaat yang tidak sedikit, diantaranya sebagai berikut :
a.
Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap
kuat. Bagi anak- anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat
anak menjadi bertambah tinggi.
b.
Menurunkan tekanan darah.
c.
Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan
mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi
plak, dan mencegah gigi berlubang.
d.
Menetralisir racun seperti logam atau timah
yang mungkin terkandung dalam makanan.
e.
Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.
f.
Mencegah diabetes tipe 2.
g.
Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.
h.
Membantu agar lebih cepat tidur karena kandungan
susu dapat merangsang hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.
- Susu sebagai Aplikasi Koloid
Koloid
adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan atau
suspensi. Larutan memiliki sifat homogen dan stabil. Suspensi
memiliki sifat heterogen dan labil sedangkan koloid memiliki sifat heterogen
dan stabil. Koloid merupakan sistem heterogen yaitu suatu zat didispersikan ke
dalam suatu media yang homogen. Ukuranzatyang didispersikan berkisar dari satu
nanometer (nm) hingga satu mikrometer (mic.m).
Emulsi
adalah zat cair yang berbeda jenisnya dalam keadaan koloid. Dua zat air ini
tidak saling melarutkan. Misalnya air susu, air santan, serta air dalam minyak
seperti minyak rambut dan minyak ikan.
Air tidak
bisa bercampur dengan minyak. Jika air cocok dengan sedikit minyak, minyak akan
menyebar ksluruh bagian air tetapi jika dibiarkan, akan kembali berpisah.
Apabila ditambahkan air sabun pada campuran itu, setelah cocok, butir- butir
minyak akan tercampur rata lagi ke seluruh bagian air. Sabun ini berfungsi
sebagai satbilisator (pemantap) untuk mencegah terpisahnya butir- butir minyak
dengan air.
Contoh
lain emulsi adalah air susu yang merupakan butir- butir susu dalam air. Air
susu kalau dibiarkan akan masam dan pecah (air dan lemak terpisah). Oleh karena
itu, perlu diberi stabilisator kasein untuk mencegah pemisahan. Perhatikan tiga
contoh campuran dibawah ini.
1.
Campuran air dan sirup.
Jika kita mencampurkan air dengan sirup maka sirup akan terdispersi
(tercampur) dengan air secara homogen (bening). Jika didiamkan, campuran itu
tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa maupun
penyaringan yang lembut (penyaringan mikro). Secara makrokopis atau mikrokopis,
campuran ini tampak homogen, tidak dapat dibedakan mana yang air dan mana yang
sirup. Campuraninilah yangdinamakna larutan.
2.
Campuran air dan susu.
Jika kita mencampurkan susu (misalnya susu instan) dengan air, ternyata
susu larut tetapi tidak larut tersebut tidak bening melainkan keruh. Jika
didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan
penyaringan (hasil penyaringan tetap keruh). Secara makroskopis, campuran ini
tampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra, ternyata
masih dapat dibedakan partikel- pertikel lemak susu yang tersebar didalam air.
Campuran seperti inilah yang disebut koloid.
Koloid tergolong campuran heterogen (dua pase) dan stabil. Zat yang
didispersikan disebutkan fase terdispersi sedangkan medium yang digunakan untuk
mendispersikan zat disebut medium dispersi. Fase terdispersi besifat diskontinu
(terputus- putus) sedangkan medium dispersi bersifat kontinu. Pada campuran
susu dengan air, fase terdispersi adalah lemak sedangkan medium dispersinya adalah
air.
3.
Campuran air dan pasir
Jika kita mencampurkan air dengan pasir, maka pasir akan terdispersi
(bercampur) dengan air secara heterogen dan langsung memisah antara air dan
pasir. Pasir akan mengendap di dasar air dan dapat dipisahkan dengan dengan penyaringan
biasa bahkan dapat dipisahkan dengann cara dituang secara perlahan- lahan.
Secara makrokopis, campuran ini ini suda tampak heterogen, dapat dibedakan
manan yang air dan mana yang pasir. Campuran seperti inilah yang disebut
suspensi.
BAB III
ANALISIS USAHA, PROGRAM KERJA DAN
STRATEGI MATKETING
1.
Analisis
Usaha
1) Biaya
Investasi
a.
Peralatan masak (kulkas, kompor, panci,
termos) Rp. 2.500.000,00
b.
Peralatan makan (gelas, piring, sendok,
dll) Rp. 500.000,00
c.
Meja
dan kursi kayu Rp. 1.500.000,00
Total
Investasi Rp. 4.500.000,00
2)
Biaya Operasional per bulan
- Biaya
Tetap
·
Peralatan masak : 1/36 bln x Rp
2.500.000,00 Rp. 69.500,00
·
Peralatan makan : 1/12 bln x Rp
500.000,00 Rp. 41.700,00
·
Meja dan kursi : 1/36 bln x Rp
1.500.000,00 Rp. 41.700,00
·
Gaji 2 karyawan x @ Rp 1.500.000,00 Rp. 3.000.000,00
·
Sewa Tempat Rp. 1.000.000,00
Sewa Tempat Rp. 1.000.000,00
Total Rp. 4.152.900,00
- Biaya
Variabel
·
Susu murni 20x @ Rp 4.000,00/ltr x 26 hr Rp. 2.080.000,00
·
Gula, sirup, buah, cokelat bubuk,
cookies Rp. 1.300.000,00
·
Kemasan gelas plastik, sedotan, dll Rp. 300.000,00
·
Biaya gas 3 kg @ 17.500,00 x 8 tabung Rp. 140.000,00
·
Biaya listrik dan telepon Rp. 300.000,00
·
Biaya transportasi Rp. 390.000,00
·
Biaya promosi Rp. 600.000,00
Biaya promosi Rp. 600.000,00
Total Rp. 5.110.000,00
TOTAL = Biaya Tetap + Biaya
Variabel
= Rp.
4.152.900 + Rp. 5.110.000
= Rp.
9.262.900
3)
Penerimaan Per Bulan
Penjualan
80 gelas x @ Rp 5.000,00 x 26 hr Rp.10.400.000,00
4)
Keuntungan Per Bulan
Keuntungan
= Total Penerimaa -
Total Operasional
= Rp.10.400.000
- Rp. 9.262.900
= Rp.
1.137.100
5)
Pay Back Periode
=
( Total Biaya Investasi : Keuntungan ) x 1 Bulan
= (Rp. 4.500.000 : Rp. 1.137.100) x 26 hari
=
102,89 = 3 Bulan 13 hari
2. Program Kerja ( Usaha Susu Murni
Sehat )
|
NO
|
PROGRAM
|
TARGET
|
WAKTU PELAKSANAAN
|
BIAYA
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
Mencari Lokasi
|
Dapat Tempat
|
16.00- s.d selesai
|
-
|
Tangerang
|
|
|
-
Jalan
jalan
|
|
|
|
|
|
|
-
Ke
rumah teman
|
|
|
|
|
|
|
-
Membaca
Koran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Mencari Modal
|
Dapat modal
|
10.00-12.00
|
Rp. 100.000
|
Hasil tabungan + gadai perhiasan
|
|
|
-
Pinjam
Saudara
|
10 juta
|
|
|
|
|
|
-
Tabungan
|
|
|
|
|
|
|
-
Gadai
Perhiasan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Merekrut SDM
|
Dapat SDM
|
19.00- s.d selesai
|
-
|
Diri sendiri, teman dan saudara
|
|
|
|
-
Diri
Sendiri
|
|
|
|
|
|
|
-
Teman
|
|
|
|
|
|
|
-
Saudara
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Pemasaran
|
Mulai Berjalan
|
08.00-09.00
|
Rp.150.000
|
|
|
|
( pemberian tester)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
Strategi Marketing
|
NO
|
5P
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
Probe / Search
|
Susu merupakan salah satu bahan pangan yang
sangat penting dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga perlu
mendapat perhatian besar mengingat banyaknya kasus gizi buruk dikalangn
masyarakat. Untuk pemulihan kondisi status gizi tersebut, saat ini mulai
dikembangkan program gerakan minum susu bagi masyarakat di berbagai daerah di
Indonesia.
|
|
2.
|
Product
|
Susu
Murni Kesehatan aneka rasa
|
|
3.
|
Price
|
Rp.
5000 / gelas
|
|
4.
|
Promotion
|
Pemberian
tester pada masyarakat, media social, mouth to mouth, pemasangan spanduk,
pemberian nama unik pada produk, pemberian pelayanan prima.
|
|
5.
|
Place
|
Taman Palem
Tangerang
|
BAB IV
SIMPULAN
Karena memiliki banyak kandungan nutrisi, maka susu
memiliki manfaat yang tidak sedikit, diantaranya sebagai berikut :
- Mencegah osteoporosis dan
menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak- anak, susu berfungsi untuk
pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.
- Menurunkan tekanan darah.
- Mencegah kerusakan gigi dan
menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang
air liur, mengurangi plak, dan mencegah gigi berlubang.
- Menetralisir racun seperti
logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan.
- Mencegah terjadinya kanker
kolon atau kanker usus.
- Mencegah diabetes tipe 2.
- Mempercantik kulit, membuatnya lebih
bersinar.
- Membantu agar lebih cepat
tidur karena kandungan susu dapat merangsang hormon.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.agribisnis.net/disp_informasi/1/3/61/1081/pengolahan_susu_segar.html
http://kaffaitu.wordpress.com/2012/01.09/susu-dan-pengolahannya/
http://febri-nurhidayat.blogspot.co.id/2011/11/susu-murni-sebagai-peluang-usaha.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar